Skip to content

Ratu Jujur dan Berkharisma

Sejarah Indonesia mencatat tentang seorang Ratu pada abad ke 6 yang pernah memenggal kepala anaknya sendiri untuk menunjukkan konsistensi kepemimpinannya.
Ratu tersebut adalah Ratu dari kerajaan Kalingga, sebuah kerajaan bercorak Hindu-Budha yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 Masehi. Letak pusat kerajaan ini berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Kerajaan ini dikenal memiliki rakyat yang sangat jujur dan berbudi luhur. Ratu Shima pun membuat peraturan barang siapa yang mencuri, akan dipotong tangannya.

Kebaikan budi dan kejujuran rakyat Kalingga begitu tenarnya sehingga suatu ketika ada kerajaan lain yang ingin menguji kejujuran rakyat Kalingga. Raja iseng dari kerajaan tetangga tersebut kemudian mengutus perwakilannya untuk meletakkan peti emas yang terbuka di area terbuka di kerajaan Kalingga untuk melihat apakah akan ada yang mengambil atau mencuri.

Setelah dua tahun diletakkan di sana, ternyata peti emas itu tidak ada yang menyentuh sama sekali. Rakyat Kalingga hanya melewati seolah tidak ada barang mewah dan istimewa di sana. Hingga suatu hari anak dari Ratu kalingga mendatangi peti tersebut dan menendang peti tersebur hingha pundi-pundi emas kocar-kacir di tanah. Tendangan itu bukan ditujukan untuk mengambil atau mencuri, tapi karena perasaan sombong yang diikuti hinaan kepada siapapun yang telah meletakkan pundi emas tersebut karena telah meremehkan kejujuran rakyat Kalingga. Kisah ini berujung kematian sang anak Ratu dimana sang Ratu memerintahkan agar si pangeran ini dipenggal kepalanya, bukan karena mencuri, bukan karena merampok, tapi karena telah menghina.

Bayangkan kalau Anda hidup di jaman itu lalu menjadi saksi kepemimpinan sang Ratu yang sangat konsisten dengan aturan-aturan yang dia tegakkan untuk rakyatnya tanpa pilih kasih. Belum lagi kalau Anda merasakan menjadi Ratunya, sungguh berat dilema yang perlu Anda pikul saat itu ketika perlu mengambil keputusan berat, menegakkan keadilan atau menyelamatkan buah hati.

Itulah kisah Ratu Kalingga yang tidak banyak diceritakan dalam sejarah. Ratu yang konsisten dan kongruen antara kata dan perbuatannya. Ratu yang berkharisma.

Semoga menjadi renungan untuk semua warga kharisma di grup ini.

Salam Kharisma,
Fay Irvanto

PS. Kalau di jaman itu menghina saja bisa dipenggal kepalanya, betapa sedih melihat sosmed jaman sekarang yang setiap hari isinya saling cela dan saling hina.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *