Skip to content

Lesson from Steve Jobs: Membangun Leadership Image

Lesson from Steve Jobs: Membangun Leadership Image – Di tahun 1984 Steve Jobs pertama kali melakukan presentasi di depan publik untuk mengenalkan produk Macintosh dengan mengenakan busana formal lengkap dengan kemeja dan dasi. Steve Jobs menjelaskan fitur-fitur computer besutan Apple yang dilansir memiliki kelebihan dalam hal keindahan tipografi dan kemudahan operasi dibandingkan personal computer lain di jamannya. Terlihat dari cara bicara, intonasi dan bahasa tubuhnya, Steve belum  tampil menarik dan menghipnotis  seperti penampilan di akhir hidupnya. Sosok yang ditampilkan lebih terlihat seperti seorang ‘expert’ dan ‘marketer’ dibanding sebagai seorang ‘pembicara hebat’ dan ‘showman-sales person’ yang sedang menjelaskan produk unggulan. Saat itu Steve dikenal sudah sebagai “The Wizkid of Sillicon Valey” yang menggambarkan bahwa dia dikenal sebagai image pebisnis smart dan expert yang berasal dari Silcon Valey, sebuah daerah di San Fransisco tempat Steve tinggal dan bekerja.

It’s not only the product, it’s the leader behind.

Steve sadar bahwa produk yang unggul saja tidak cukup untuk meningkatkan nilai jual produk Apple. Dan sebagai sosok pemimpin perusahaan ternama Steve harus banyak berurusan banyak pihak. Maka kemampuan mempresentasikan diri yang menjual dan keahlian untuk mempengaruhi orang lain adalah hal kunci yang harus dia kuasai. Inilah awal Steve menemukan seseorang sosok pebisnis yang kemudian diangkat menjadi mentornya. Sang mentor bukan hanya menurunkan ilmunya dalam hal bisnis tapi juga dalam kualitas personalnya termasuk dalam hal komunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Steve muda pun mulai belajar dan mengaplikasikan ilmunya mulai dari cara bicara, cara menggerakan tubuhnya, urutan presentasi, bahkan sampai akhirnya dia menentukan pilihannya untuk membangun konteks  penampilannya yang dengan stelan busana khas mengenakan celana blue jeans, sepatu olah raga dan sweater hitam yang kemudian menjadi ‘appreance icon’ dia sejak 1998. Sejak saat itu Steve selalu konsisten melakuakan presentasi bisnisnya dengan busana tersebut. Busana inilah yang akhirnya membangun image kepemimpinan Steve Jobs dan secara tidak langsung membangun image produk-produk Apple. Simple, Casual-Stylish, Smart and Reliable.

Steve Jobs Leadership Image

Dengan sangat menawan Steve menaiki panggung dan menyapa audience dengan lambaian tangan dan senyuman simetrisnya. Sebelum memulai presentasinya, Steve sering pula mengaplikasikan salah satu teknik “Power of Pause” yang sering digunakan oleh pembicara-pembicara karismatis kelas dunia. Steve menghabiskan beberapa detik pertamanya dengan teknik ‘power of pause’ dengan tidak banyak berbicara namun hanya berjalan di atas panggung dengan gaya khas sedikit membungkuk dan meletakkan kedua tangan di depan dadanya sambil  memberikan respon senyuman kecil kepada audience yang memberikan sambutan hangat dan tepuk tangan. Tahukah Anda, bahwa untuk melatih teknik tersebut dan teknik-teknik lainnya setidaknya Steve menghabiskan waktu hingga tiga bulan. Proses persiapan matang ini dilakukan demi penampilan terbaiknya karena Steve sadar bahwa dia tidak hanya sedang menampilkan semua produk, tapi dia juga sedang menyajika kepemimpinannya. So he has to show the right image. And it’s leadership image by design.

Steve sangat paham bahwa leadership image tidak bisa dibiarakan muncul begitu saja secara liar. Steve sangat piawai membentuk image by design. Sebelum image tersebut muncul secara acak dari orang lain, lebih baik menentukan image sendiri. Inilah yang membuat Steve akhirnya dikenal sebagai sosok yang memiliki leadership charisma yang sangat kuat.

Jadi, apakah Anda sudah mendesain image kepemimpinan Anda? Silakan berikan pendapat Anda.

Salam Kharisma,

Fay Irvanto

www.fayirvanto.com

Jika Anda mendapat manfaat dari tulisan ini, silakan Share.

Join Facebook group “Becoming Charismatic Leader”, klik https://www.facebook.com/groups/1315514275144784

Follow twitter @fayirvanto dan instagram @fayirvanto

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *