Skip to content

Leadership Charisma: Pencitraan Diri atau Pembawaan Asli?

Banyak yang bertanya pada saya apakah Charisma itu hasil manipulasi alias topeng belaka atau memang sesuatu yang alami? Apakah kharisma sama dengan pencintraan diri?

Biasanya saya akan memulai jawaban dengan pertanyaan “Pernah membuat CV?”. Dan hampir semua orang yang bertanya pada saya pasti pernah membuat CV dalam hidupnya. Lalu apa kaitan CV dengan Charisma? Mari kita bahas.

Sekarang saya tanya kepada Anda: Pernahkah Anda menulis CV (Curriculum Vitae)? Mungkin untuk melamar pekerjaan atau untuk kepentingan kerjasama dengan klien dan rekan bisnis Anda. Pertanyaan saya berikutnya, apakah Anda benar-benar murni seratus persen menulis apa adanya tentang diri Anda di CV tersebut ataukah Anda hanya mencantumkan informasi yang relevan dan menjual? Umumnya orang akan memilih dan memilah informasi mana yang sesuai dan layak untuk ditulis didalam CV dan sebisa mungkin membuatnya informasinya ringkas tapi mengena. Alasannya sederhana: Agar penulis CV lebih diperhatikan dan akhirnya dipilih oleh target audiencenya.

Ketika Anda membuat CV tentunya Anda ingin  Anda tuju untuk membaca dokumen tesebut akan tertarik kepada Anda dan apa saja kualifikasi yang Anda miliki. Tantangan Anda adalah bagaimana “menjual” diri dan mempengaruhi orang tersebut untuk akhirnya memilih Anda dalam waktu singkat. Dari pengalaman saya selama bertahun-tahun berkecimpung di dunia Human Resources, hanya dibutuhkan waktu sekitar 10-20 detik untuk scanning sebuah CV yang akan menentukan apakah informasi yang tertulis didalam dokumen tersebut menarik minat pembaca dan akhirnya memilih si penulis CV untuk proses selanjutnya. Sementara itu target pembaca dokumen Anda menerima puluhan bahkan ratusan dokumen sejenis dari para pesaing Anda yang juga berlomba-lomba menjual diri dan kualifikasi mereka agar lebih menonjol dari yang lain dan mempengaruhi pembaca untuk menggali lebih dalam dan akhirnya mengundang untuk interview.

Saya sendiri pernah  menerima sebuah CV yang dengan desain sangat unik yang langsung menarik perhatian mata saya, mulai dari penggunaan jenis kertas, pemilihan font yang tidak lazim sampai penggunaan layout yang tidak konservatif. Setidaknya saya tertarik mengambil dokumen tersebut sebelum akhirnya saya baca isinya. Kalau isinya memang bagus dan menarik maka dokumen tesabut akan terpilih untuk proses selanjutanya. Namun jika isinya kurang meyakinkan maka besar kemungkinan dokumen tersebut akan berpindah dari meja ke kotak referensi, atau kalau nahas akan berakhir di tempat sampah. Ouch..!

So, it means that you have to stand out among the crowds..  Artinya Anda harus mau untuk mengeluarkan energi ekstra untuk mengolah dan menampilkan sisi terbaik Anda agar lebih menonjol dan lebih menjual dibanding orang lain namun tetap  mencerminkan diri Anda sendiri tanpa menunjukkan kepalsuan atau manipulasi.

Mirip dengan kharisma, sebagian orang bertanya apakah dengan mengolah dan melatih karisma saya berarti saya harus menjadi orang lain? Sebagian orang melihat orang-orang yang berkarisma sebagai sosok yang sedang menciptakan pencitraan diri. Kata “pencitraan diri” ini sering dikonotasikan negatif dan dianggap seperti”tipu-tipu” karena kerap dimanipulasi oleh oknum tokoh politis atau public figures yang ingin mendaptakan simpatisan terbanyak. Padahal sebenaranya konsep “pencitraan diri” sendiri mirip dengan membuat CV: menjadi diri sendiri namun menonjolkan sisi terbaik dan nilai jual tanpa kebohongan.

Saya ingin menegaskan bahwa saya sangat setuju dengan ungkapan “Be Yourself”.  Namun demikian ketika bicara Be Yourself  saya ingin mengajak Anda melihat konteks juga, yaitu jadilah diri sendiri tunjukkan sisi kekuatan dan potensi Anda sebagai sisi kekuatan  yang sudah Anda miliki dan tinggal Anda kemas dengan baik sebagai nilai jual dan daya ungkit pengaruh Anda. Jadi, saya lebih menyukai konsep “Be yourself but be better. Be yourself and be Charismatic!”.

Contoh aplikasi konsep tersebut dalam konteks membangun kharisma adalah: Anda tidak perlu mengubah bentuk fisik Anda agar lebih menarik, namun Anda bisa melatih dan mengatur postur & bahasa tubuh Anda agar lebih terlihat powerful. Anda juga bisa melatih vokal dan gaya bicara Anda agar lebih berpengaruh dan menginspirasi. Anda cukup menjadi CV hidup dengan menunjukkan sisi-sisi kekuatan Anda dengan teknik-teknik tertentu untuk meningkatkan kharisma Anda.

So, are you ready to work on yourself to become more charismatic person? Of course you are!

Catatannya, ketika Anda akan mengaplikasikan di dunia bisnis maka sesuaikan dengan konteks bisnis. Simak leadership charisma tips tambahan untuk mengetahui aplikasinya dalam bisnis.

Salam Kharisma,

Fay

Join FB Group saya “Becoming Charismatic Leader”. Klik disini untuk bergabung.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *